Showing posts with label Tinta Ringkas. Show all posts
Showing posts with label Tinta Ringkas. Show all posts

Friday, July 15, 2011

Pilihan Kita Dalam Kehidupan



ANTARA LOBAK, TELUR DAN KOPI........

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehdupan. Ia sudah letih untuk berjuang. Setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang tukang masak, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 periukdengan air dan meletakkannya di atas api.Setelah air di ketiga-tiga periuk2 tersebut mendidih. Ia menaruh lobak merah di dalam periuk pertama, telur diperiuk kedua dan ia menaruh serbuk kopi di periuk terakhir. Ia membiarkannyamendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan oleh ayahnya.

Setelah 20 minit, si ayah mematikan api. Ia menyisihkan lobak dan memasukkannya di dlm mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya,

"Apa yang kau lihat, nak?"

"Lobak, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekati mangkuk dan memintanya merasa lobak itu. Ia melakukannya dan merasa bahawa lobak itu terasa enak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya.Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebiji telur rebus yang mengeras. Terakhir,ayahnya memintanya untuk merasa kopi. Ia tersenyum ketika meminumkopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya,

"Apa erti semua ini, Ayah?"

Ayahnya menerangkan bahawa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan lunak.Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkerang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Serbuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air,serbuk kopi merubah air tersebut.

"Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya.

"Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui...Ketikakesukaran dan kesulitan mendatangimu,bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu lobak, telur atau kopi?"

Untuk renungan bersama.........

Bagaimana dengan anda? Apakah anda adalah lobak yang kelihatannya keras,tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lembut dan kehilangan kekuatanmu. Atau...

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau kegagalan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama,tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah serbuk kopi? Serbuk kopi merubah air panas,sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 darjah Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga menjadi semakin baik.

wassalam...

SANGGUPKAH ANDA??


Kisah Anak dan Ibu... Sanggupkah Anda??

Sanggupkah Anda ?

Kisah ini berlaku hampir 1 tahun yg lalu, seorang ibu tua dibawa oleh anak lelakinya yang tinggal di bandar menziarahi ahli keluarga di sebuah kampung.Sekembali dari tempat ziarah, si ibu kelihatan terkocoh-kocoh,pantas berlari keluar dari kereta. Langkahnya agak tergopoh-gopoh menaiki anak tangga rumah. Fikir si anak yang masih belum sempat menarik handbrake keretanya, pasti si ibu bergegas untuk segera menunaikan solat Maghrib kerana azan telah berkumandang di surau yang berdekatan. Tapi bila dia mula menjejaki anak

tangga,

"Subhanallah!" si anak terkejut melihat najis bejejeran di anak tangga dan dilaman rumah.

"Mak sakit perut rupanya," bisik hatinya.

Tanpa berlengah segera disinsingnya lengan baju dan kaki seluar. Najis disodok dan dibuangkan. Getah paip ditarik lalu dialirkan air menuruni anak tangga. Ibu yang sudah selesai membersihkan diri dan solat Maghrib terkocoh-kocoh sekali lagi menanggalkan telekung, mencapai baldi dan gayung dalam langkah yang terhencut-hencut cuba menuruni anak tangga. Terpana si ibu di muka pintu melihat anak-anak tangga sudah dimop bersih, seperti hilang akal sejenak.

"Tak sembahyang Maghrib ke?" Tanya ibu kepada si anak dalam keadaan serba-salah.

"Tak apalah mak, saya musafir, Maghrib tu di jamak takhir dengan Isyak nanti."

Si ibu tak terkata apa. Tangan kanan masih memegang baldi. Tangan kiri pula memaut grill pintu. Matanya terus memerhatikan si anak, dalam hati penuh sebak dan keharuan, mengucap puji syukur pada Allah kerana anak yang diasuh sebesar dua tapak jari, dicucikan najisnya setiap hari itu, buat pertama kalinya menyucikan najis ibunya pula hari ini.

"Ya Allah! begini mulia rahmatmu mengurniakan hamba mu ini anak yang soleh, dia mengenang jasa Ya Allah! dan membalas budi, aku bersyukur padamu.... aku bersyukur pada mu Ya Allah!" sempat si ibu memanjatkan doa dalam hati.

Terasa benar maruahnya dihargai, tawadhuk sungguh mengecapi nikmat kasih....... Rentetan dari peristiwa itu, dapat dilihat keberkatan dalam hidup si anak kerana apa saja kerja yang dibuat terasa dipermudahkan oleh Allah. Inilah yang dikatakan keberkatan memuliakan insan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Hadis Nabi saw : "Hinalah umatku, hinalah umatku, dimana dalam sisa usia orang tua mereka, tidak dimanfaatkan apa-apa untuk meraih rahmat dari Allah SWT".

P/s: Renung-renungkanlah.....tika suatu saat kita mengalami keadaan ini, apa yang bakal kita lakukan??

Sudah Selawatkah Kita ke Atas Kekasih Allah?

Insan Mulia, Pandanglah Hamba



Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Dia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai menjual, dia pergi ke masjid Agung di kota itu. Dia berwudhu, masuk ke dalam masjid, dan melakukan solat Zuhur. Setelah membaca wirid sekadarnya, dia keluar dari masjid dan membomgkok-bongkok di halaman masjid.Dia mengumpulkan dedaun yang bertaburan di halaman masjid.Selembar demi selembar daun yang gugur dikaisnya. Tidak satu lembar pun dia tinggalkan. Sudah tentu begitu lama dia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh panas terik. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid rasa kasihan kepadanya. Pada suatu hari penghuni masjid memutuskan untuk membersihkan dedaun itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, dia datang dan terus masuk ke dalam masjid. Usai solat, pada saat dia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, dia terkejut. Tidak ada satu pun daun berselerak di situ seperti selalunya. Dia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Dia bertanya mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

"Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu,

"Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."

Dipendekkan cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaun itu seperti biasa.Seorang ulama terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa dia begitu bersemangat membersihkan dedaun itu. Perempuan tua itu mahu menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya ulama itu yang mendengarkan rahsianya;kedua, rahsia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

"Saya ini perempuan bodoh, pak imam," tuturnya.

"Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak kena pada caranya. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Nabi Muhammad S.A.W. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Nabi S.A.W menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan selawat kepadanya."

Kisah ini menyingkap bagaimana kisah seorang perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Dia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, dia juga memiliki kesedaran spiritual yang luhur: Dia tidak dapat menggandakan amalnya. Dia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?

Manusia Itu Berbeza Peringkatnya, ye ke??


Berkata Saidina Ali r.a;
"Tidak ada kesenangan yg hakiki di dunia ini jika dibandingkan dgn
syurga, dan kesusahan di dunia masih dianggap kesenangan bila
dibandingkan dgn neraka.."

tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ’ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% ̍ø.É‹Î/ «!$# 3 Ÿwr& ̍ò2É‹Î/ «!$# ’ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$# ÇËÑÈ


Orang-Orang yang beriman itu akan menjadi tenteram hati mereka.Ingatlah dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenteram.(Ar-Rad:28)


KATEGORI MANUSIA


PERTAMA

"Insan yang tahu, tetapi tidak tahu bahawa dia tahu, itulah insan yang lalai. Oleh itu, berilah mereka peringatan.


KEDUA

Insan yang tidak tahu dan tidak tahu bahawa dia tidak tahu; itulah insan yang bodoh dan degil. Oleh itu, tinggalkan mereka.


KETIGA

Insan yang tidak tahu dan tahu bahawa dia tidak tahu; itulah insan yang jahil. Oleh itu, ajarlah mereka.


KEEMPAT

Insan yang tahu dan tahu bahawa dia tahu; itulah insan yang berilmu. Oleh itu, ikutlah mereka."


(Al Khalil bin Ahmadal Farahidi)

Hidayah Allah merupakan nikmat yang terbesar untuk seorang Muslim kerana terbuktinya redha Allah ke atas dirinya. Hidayah itu terletak pada Allah semata-mata....Nabi SAW tidak mampu memberi hidayah kepada umatnya, ibu tidak dapat memberikan petunjuk kepada anaknya....

.

.

.

External mungkin yang lain dapat menilainya tapi internal hanya Allah dan juga diri kit sendiri. nilailah sendiri kelompok mana kita berada...

yang pertamakah? keduakah? ketigakah? atau yang terakhir?

.

.

.

Tuesday, March 1, 2011

DI SAAT AKU DITALKINKAN


Di Saat Aku Ditalkinkan


Assalamualaikum wr wb
Sebak dada bila membaca email ni....but its good ... Semoga kita insaf dan menjadi pelajaran. InsyaAllah... Hari berganti hari.Keadaanku semakin tenat.Tubuhku terkaku seperti mayat di atas katil di salah sebuah hospital yang aku sendiri tidak tahu mengapa aku di tempatkan di sini.Sebelum tu, yang aku ingat aku sedang memandu kereta ayah,lalu bertembung dengan lori balak.Tapi selepas itu aku tidak ingat apa-apa.Pandanganku kabur.Tidak dapatku pastikan siapa orang-orang yang berada di sekelilingku.Aku terasa dada ku teramat berat dan bahagian pinggangku sudah tidak berasa apa-apa lagi.Derita sungguh.nafasku sesak.Tiba-tiba tanganku di pegang kuat.
"Mengucap sayang,,mengucap........Asyhaduallailahaillallah........."
Ucapan itu dibisikkan ke telingaku di sertai dengan tangisan.Itu suara ibu.manusia yang pernah mendodoikan daku semasa kecil,manusia yang pernah menyuapkan nasi ke dalam mulutku,manusia yang pernah memberi susunya serta yang pernah merotanku kerana degil.
"Bagaimana dengan keadaannya doktor?"Aku amati suara itu.Pasti itu suara abang.Mungkin abang baru sampai.
"Tenat",jawab doktor dengan ringkas.
"Itu kata doktor bang,jangan berserah kepada takdir sahaja.Kita perlu usaha".
Sudah seminggu aku terlantar di wad ini,kenapa baru sekarang abang menjengah? datang lah ke sini,aku ingin berbicara denganmu. datanglah.....Tapi mataku.......semakin gelap.Adakah aku sudah buta? Tidak!!!!Aku tidak mahu buta.Aku masih ingin melihat dunia ini.
"Sabarlah dik,banyak-banyak ingatkan Allah."
Abangkah yang bersuaraitu?Apa yang aku tanggung ini tidak semudah yang kaulafazkan,abang.Tolonglah adikmu ini.Tolong bukakan mataku.
"Tekanan darahnya amat rendah". sayup sayap kedengaran suara doktor.Kedengaran juga ibu menangis teresak-esak.Ibu,kau hanya mampu menangis saja.dan bila tiba saatnya,kita akan berpisah.Tapi,ibu.....aku tidak mahu berpisah denganmu.Tolonglah ibu,selamatkan lah daku.
"Yassin......".bacaan yassin terngiyang-ngiyang di telingaku.
Aku tahu itu suara abang.Tetapi kenapa aku di perdengarkan dengan suara itu??? Apakah aku sudah menghampiri maut???????Aku takut!!!!!!! Sedetik lagi sakaratul maut datang.Sedetik lagi izrail datang. Sedetik lagi malaikat maut datang.Aku di ambang sakaratul maut...... Aku semakin tegang dan semakin sendat nafas di dada.Ketika itu,aku tidak ingat apa-apa lagi.Aku tidak kenal sesiapa di sekelilingku.Tapi yang pastinya sekarang, aku berdepan dengan sakaratul maut.
"Tolong ibu,tolonglah aku,aku takut".
Tapi rintihan ku tidak di pedulikan.Apa mereka semua sudah pekak? Aku di lambung resah,gelisah dan penuh kesah.Keluhan dan rintihan.
"Panas,dahaga,haus,panas........".tapi tiada siapa pun yang peduli. Nenekku datang,
"Nenek...........".
"Kau dahaga cu,kau lapar cu,mahu air??Ini gelas penuh air madu,kalau cucu mahu masuk syurga,minum air ini".
"Ibu......". Ibuku datang, Ibu menggoyangkan buah susunya.
" Ini ibumu.Air susu ini membesarkanmu, nak.Buangkan islam, matilah dalam agama yahudi.....". Ayah.......kau datang ayah.
"Matilah dalam agama yahudi anakku.matilah dalam agama nasrani.Itulah agama yang membantu kau masuk ke syurga".
"Nenek....ibu.....ayah......suara kau kah tadi??Kenapa kau berubahlaku??Atau suara syaitan yang ingin memurtadkan aku??
"Mengucap sayang,mengucap.Asyhaduallailahaillallah......".Ucapan itu diajukan sekali lagi ke telingaku.Itu suara ibu.Tapi lidahku sudah menjadi kelu.Manusia-manusia berjubah hitam datang.
"Mari ikut kami". manusia-manusia berjubah hijau datang membawa bersamanya payung hijau,katanya
"Mari ikut kami".cahaya putih datang.datang kilatan hitam.Datang sinaran kuning.Cahaya merah datang
"Apa ini,apa ini?.Akulah sakaratul maut.......!!!!!!".
Kedinginan menjalar,merayap perlahan-lahan dari hujung kaki ke hujung rambut dan kini seluruh jasadku di selimuti sejuk.dan kemudian datanglah malaikat maut di hujung kepalaku.
"Hai jiwa yang keji,keluarlah dari kemurkaan Allah.......".Aku tersentak.Roh ku berselerak di dalam tubuhku.Lalu,innalillahi wainnailaihi rajiuun....Malaikat-malaikat yang menunggu sesayup mata memandang dan menghemburlah bangkai yang sebusuk-busuknya.Tiba-tiba bau busuk menusuk ke hidungku,seperti bau sampah yang amat busuk.
"Apa yang busuk ni?Tak adakah orang yang mengangkat sampah hari ini?Ah,busuknya,hanyirnya,hancingnya......".
"Assalamualaikum......"
"Siapa yang memberi salam itu?".
"Aku".
"Kau siapa wahai pemuda???"
Seorang lelaki tercegat di hadapan katilku.Aku tidak pernah melihat orang yang sehodoh,sekotor,dan sebusuknya di dunia ini.rambutnya yang tidak terurus,baju yang di pakai berlumut hijau,kuning,coklat dan entah apa-apa warna lagi,dari lubang hidung,telinganya dan mulutnya terdapat nanah dan darah pekat keluar.Tanpa di pedulikannya......jijik,loya,aku rasa........teramat loya melihatnya.
"Kau tak kenal aku?".
"Tidak,jawabku tegas.Mana mungkin aku kenal kau sehodoh dan sejijik ini".
"Aku sahabatmu,kau yang membuat aku hari-hari".
"Bohong!".Aku menjerit sekuat hati.Biar semua penghuni wad ini mendengarnya.
"Aku tak kenal engkau!Lebih baik kau pergi dari sini".
"Akulah amalanmu yang keji..........".
Aku terdiam.Aku tidak mampu berkata apa-apa lagi.Ya! aku teringat kini,semuanya telah pernah ku dengar dan ku pelajari dulu.Segala dosa dan keburukan yang kita lakukan di dunia,akan di jelmakan dalam sebagai suatu makhluk yang teramat hodoh di hadapan kita di alam barzakh nanti Oh!Tuhan,aku banyak dosa.Aku memang lalai,cuai dan lupa dengan segala nikmat yang telah kau kurniakan.Solatku kerana kawan,dan bukannya ikhlas kerana Allah.Pergaulanku bebas,tak kenal muhrim ataupun tidak.tapi itu semua telah berlalu dan dan sudah terlambat untuk bertaubat.Apa yang aku harus lakukan!!!!! Surah yassin yang abang pegang di letakkan di atas dahiku.Aku melihat kak long dan kak ngah menangis.Aku juga lihat mata abah bengkak. Tiba-tiba badanku di sirami air.Air apa ini?????
"Tolong....sejuk!!!!Kenapa air ini berbau air kapur barus.Tolong jangan tekan perutku dengan kuat,sakit!!!!Kenapa ramai orang melihat aku???Aku malu.....malu.....malu......!!!!!!".
Aku di usung ke suatu ruang.Aku lihat kain putih dibentangkan.Lalu diletakkannya aku di atas kain putih itu.kapas di bubuh dicelah-celah badanku.Lalu aku di bungkus satu demi satu dengan kain itu.
"Nanti,tunggu!!jangan bungkus aku.Kenapa kalian semua buat aku macam ini?Tolong rimas....panas........"
Kemudian aku di letakkan di suatu sudut.Beberapa orang termasuk tok imam menyembahyangkanku.Kelihatan ayah dan abang berada di saf yang pertama.Tapi kenapa aku di sembahyangkan?Bukan kah aku boleh sembahyang sendiri? Aku teringat kata-kata ustazku dahulu.
"Sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan".
Dan kini baru aku sedar aku sudah tidak mampu lagi untuk mengangkat takbir,ruku',sujud dan tahiyyat. Aku di angkat perlahan-lahan kemudian di letakkan di dalam kotak kayu.
“ Kotak apa ini?"Aku di usung oleh enam orang termasuk ayah dan abang.Aku diusung setapak demi setapak.
"Al-Fatihah!"Kedengaran suara tok imam.Kelihatan ibu,kak long,kak ngah
dan lain-lain mengekori di belakang.tapi kemana dia bawanya aku?". Nun jauh di sana,kelihatan tanah perkuburan kampungku.
"Ke situkah aku dibawanya?Tolong turunkan aku,aku takut!!!!!!". Setibanya di tanah perkuburan,kelihatan satu liang yang besaiz dengan jasadku.Beberapa tangan memegangku,dan aku di turunkan ke dalam liang itu.
"Perlahan-lahan",aku terdengar suara tok imam memberitahu.
"Tolong keluarkan aku dari sini!Aku seram!!!".
Kini aku berada di dalam liang kedalam enam kaki.Sedikit demi sedikit pasir dan tanah menutupiku.
"Tanah apa ini?".
"Aduh sakitnya badanku di timbusi tanah".
"Innalillahiwa innailaihi rajiuuun.......Dari Allah kita datang,dan kepada Allah jualah kita kembali".Kedengaran bacaan talkin dari tok imam.
"Sesungguhnya mati itu benar alam barzakh itu benar,siratul mustaqim itu benar,syurga dan neraka itu jua benar........".
Sayup sayap aku terdengar tok imam terus membaca talkin,tetapi makin lama makin hilang.Pandanganku makin lama,makin kabur dan terus tidak kelihatan.Tubuhku terasa telah di timbusi sedikit demi sedikit pasir dan tanah yang di lemparkan ke atasku.Terasa semakin gelap dan ......aku kini keseorangan.
"Nanti!Nanti!Tolong!Tolong ayah,ibu!Jangan tinggalkan aku seorang.Aku takut!!!Gelap!!!Panas!!!Tolong !!!!
> THIS IS A GOOD STORY BUT THE AUTHOR LEFT OUT ONE MOST IMPORTANT THING IN
> DEATH.....
> "SAKITNYA SAKRATUL MAUT ITU ADALAH UMPAMA SERIBU PEDANG YANG AMAT TAJAM
> MENGHIRIS DAGING DAN TULANG SERENTAK...DAN SAKITNYA HINGGA KE AKHIRAT."AKHIRAT."
blogger-emoticon.blogspot.com



Thursday, January 27, 2011

Kisah Sahabat ll

5 Perkara Aneh..


Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara. Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi,

"Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."


Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata,

"Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan." Maka Nabi itu.....- Baca Selebihnya Di Sini-

Kisah Sahabat

Ayat Kursi Menjelang Tidur

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.


"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek :

"Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru. Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau :

"Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"


Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti.....

Baca Selebihnya di sini

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ittirashai!